Search Contents Of This Blog

Loading...

Friday, 24 June 2011

Lisensi Dan Pembayaran Royalty Hak Cipta Sinematografi Menurut Hukum Perjanjian

Pasal 45-47 Undang-undang Hak Cipta mengatur secara khusus mengenai lisensi, yang pada intinya memberikan hak kepada pemegang Hak Cipta untuk memberikan lisensi kepada pihak lain melalui perjanjian lisensi. Llisensi harus dibuat berdasarkan perjanjian untuk melaksanakan perbuatan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta. Perjanjian pemberian lisensi menurut ketentuan Pasal 47 ayat (2) ditentukan bahwa “agar mempunyai akibat hukum terhadap pihak ketiga, perjanjian lisensi wajib dicatatkan pada Direktorat Jenderal”. Hal ini dimaksudkan perjanjian lisensi yang dibuat antara pemegang hak cipta dengan penerima lisensi harus didaftarkan pada Direktorat Jenderal Hak Milik Intelektual pada Kanwil Kementrian Hukum dan HAM. Namun, pada Seksi Pelayanan Jasa Hukum dan Pengembangan Hukum Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumatera Utara diketahui bahwa sampai saat ini tidak adanya perjanjian lisensi khususnya yang menyangkut Karya Cipta Sinematografi yang terdaftar sehingga menunjukkan bahwa masih kurangnya kepedulian para pihak dalam yang terlibat dalam penggunaan karya cipta sinematografi.

Tesis Magister Kenotariatan, Universitas Sumatera Utara
Type of File : IZArc ZIP Archive (.zip),
Size                : 1.88 MB (1,972,525 bytes),
Contains      : Cover, Abstract, Chapter I, II, III-V, Reference.



DownLoad Tesis

Similar Post on Catatan Kaki Si WaWakGung



0 comments :

Post a Comment